Jakarta (KABARIN) -
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko demensia tidak hanya dipengaruhi usia, faktor genetik, atau riwayat keluarga, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kebiasaan sederhana yang dilakukan pada pagi hari.
Melansir Eating Well pada Rabu (20/5), sejumlah ahli kesehatan otak menyebut rutinitas sebelum pukul 10 pagi dapat berpengaruh pada kualitas tidur, hidrasi, aliran darah, suasana hati, hingga fungsi kognitif jangka panjang seperti fokus dan daya ingat.
Berikut empat kebiasaan pagi yang direkomendasikan para ahli untuk membantu menjaga kesehatan otak:
1. Mendapatkan paparan cahaya matahari pagi
Ahli saraf bersertifikat Dr. Jon Stewart Hao Dy menjelaskan bahwa cahaya matahari pagi membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Menurutnya, paparan cahaya alami di pagi hari membuat tubuh lebih waspada pada siang hari dan membantu tidur lebih baik di malam hari. Tidur yang berkualitas berperan penting dalam proses memori, pembelajaran, serta pembersihan limbah di otak.
Ia menyarankan paparan sinar matahari selama sekitar 10–20 menit setelah bangun tidur, misalnya dengan berjalan santai atau minum kopi di luar ruangan.
2. Minum segelas air putih setelah bangun tidur
Neuropsikolog klinis Wilfred G. van Gorp menyebutkan bahwa otak manusia terdiri dari sekitar 75 persen air, sehingga dehidrasi dapat memengaruhi kecepatan berpikir dan daya ingat.
Ia juga mengutip studi kohort 2025 yang menemukan bahwa asupan cairan rendah berkaitan dengan peningkatan penumpukan amyloid-beta di otak, yang merupakan salah satu penanda penyakit Alzheimer.
Kebiasaan minum air putih di pagi hari dinilai membantu menjaga hidrasi, melancarkan aliran darah, serta meningkatkan fokus dan fungsi memori sepanjang hari.
3. Menghindari terlalu lama duduk dan menatap layar
Para ahli menyarankan agar pagi hari tidak dihabiskan dengan duduk lama di depan layar dalam kondisi minim cahaya.
Van Gorp menjelaskan bahwa aktivitas fisik dapat merangsang produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yaitu protein yang mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel saraf. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau aktivitas rumah tangga dapat membantu meningkatkan energi dan kejernihan mental.
4. Merencanakan tiga hal menyenangkan dalam sehari
Anggota Medical, Scientific & Memory Screening Advisory Board Alzheimer’s Foundation of America, Dr. Allison B. Reiss, menyarankan agar hari dimulai dengan merencanakan tiga hal yang memberikan rasa senang atau kepuasan.
Menurutnya, emosi positif berhubungan dengan kesehatan otak dan dapat membantu menurunkan stres yang berdampak pada penurunan fungsi kognitif. Kebiasaan ini juga melatih otak dalam pengambilan keputusan, memori, dan fleksibilitas berpikir.
Selain keempat kebiasaan tersebut, para ahli juga menekankan pentingnya pola makan sehat, tidur cukup, serta aktivitas sosial dan mental untuk menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026